About

This is an example of a page. Unlike posts, which are displayed on your blog’s front page in the order they’re published, pages are better suited for more timeless content that you want to be easily accessible, like your About or Contact information. Click the Edit link to make changes to this page or add another page.

One response to “About

  1. Franko saputra_111.11.001_manajemen

    pengamatan saya mengenai penjual sayur keliling yaitu:
    dilihat dari faktor cara menjual dagangannya, di mana tukang sayur ini mecari lokasi-lokasi strategis, seperti mecari spot atau daerah-daerah yang belum pernah di masuk i oleh penjual sayur keliling menurut saya hal ini dilakukan karena si penjual sayur keliling ini ingin memonopoli sehingga si penjual sayur keliling ini bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar,
    ini saya lihat di daerah perumahan saya jadi hanya ada 1 penjual
    tetapi berbeda dengan di daerah perumahan pantai mentari,
    di sini ketika saya ke rumah teman saya, saya melihat terdapat 2 penjual sayur keliling, di sini saya mengamati dari cara mereka menjualkan dagangannya apabila memiliki kompetitor yaitu hanya perbedaan waktu dan jumlah dagangan yang di bawa, jadi misalkan jam 7 pagi si penjual pertama datang selang beberapa jam kemudian datanglahsi penjual kedua. dan sayur yang di jual tentu berbeda jumlahnya atau quantity nya, sehingga menurut saya si penjual sayur ke 2 ini merupakan sebagai subtitusi apabila si penjual pertama tidak memiliki barang yang di minta oleh konsumen
    1 hal lagi cara seorang penjual sayur keliling mempromosikan dagangannya yaitu dengan cara berteriak atau mengeluarkan suara yang khas, jadi seperti di daerah perumahan saya si tukang sayur ini hanya berteriak atau mengeluarkan suara dengan nada tinggi “saayyyuurrr………”
    ketika di daerah pantai mentari saya mendengar dari salah satu penjual sayur mempromosikan dengan cara membunyikan bel motor atau klakson
    jadi dapat di simpulkan dari pengamatan penjual sayur keliling ini saya dapat melihat cara mempromosikan atau cara mereka memperdagangkan dagangannya atau jualannya yaitu dengan cara-cara yang khas dan unik, dan mereka juga melakukan nya dengan mneurut teori-teori ekonomi dalam perdagangan se[erti melakukan monopoli, dan dapat memberikan barang-barang subtitusi kepada konsumen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s