Ada Apa dengan Tukang Sayur ?

tukang sayur

Ga asing lagi kan dengan Tukang sayur seperti ini ? Nah tugas Kelas Riset Pemasaran kali ini adalah observasilah perilaku para tukang sayur ini. Kumpulkan informasi sebanyak banyaknya.

Sampai bertemu di kelas ya kita diskusikan hasil pengamatanmu. Jangan lupa Leave Reply untuk hasil pengamatanmu.

6 Comments

Filed under Uncategorized

6 responses to “Ada Apa dengan Tukang Sayur ?

  1. hendrik 11109036

    tukang sayur yang berjualan di kawasan pakuwon citty ( griya asri)

    tukang sayur yang berjualan dikawasan pakuwon citty bernama pak muksin atau biasa dipanggil pak Jo. sebelum saya mengamati cara berjualan pak jo di kawasan ini saya terlebih dulu mengamati kenapa pak jo berjualan di sini, padahal di kawasan ini merupakan kawasan elit yang biasanya orang-orang di sni lebih memilih berbelanja di supermarket.

    setelah melihat, alasannya ternyata sangat sepele, bahwa tidak ada tukang sayur lain yang berjualan di daerah ini karena apabila ingin berjualan di sini harus mengajukan ijin kepada pengelola perumahan di sini.

    dari situ pak jo mempunyai strategi sendiri untuk menggaet para konsumen yang sebagian besar adalah ibu-ibu. strategi pertama adalah dari sisi waktu dia berjualan. dia memilih jam 05.00 pagi untuk berjualan dengan alasan untuk menyediakan bahan-bahan masakan sebelum orang-orang sarapan sebelum pergi bekerja atau ke sekolah. dari sisi harga barang jualan pak jo juga tidak jauh lebih mahal dari pasar tradisional. dan kualitas barang pak jo juga sangat dikontrol.

    strategi lain yang dilakukan pak jo adalah dia juga melayani pesanan barang apa saja yang ingin di beli oleh orang-orang di sini. contohnya ibu-ibu memesan bahan-bahn untuk memasak rawon untuk besok, maka pak jo besok sudah menyediakan bahan-bahan tersebut, sehingga memudahkan ibu-ibu yang sudah biasa memasak maupun yang belum biasa memasak. dari sisi pembayaran pak jo juga sangat flexible, karena dia memperbolehkan untuk hutang terlebih dahulu, tentunya ini juga yang jadi pilihan ibu-ibu untuk berbelanja di pak jo, karena sangat membantu. membantu dari sisi waktu, harga dan lain-lain.

    hendrik 11109036

  2. Ribka Yona Susanto - 11111007

    Ribka Yona Susanto – 11111007

    Tugas hasil pengamatan

    Saya mengamati tukang sayur di daerah perumahan di mulyosari. cara tukang sayur berjualan yang saya amati kebanyakan mereka menggunakan cara pengakraban terhadap pembeli. yang dimaksud dengan pengakraban itu adalah dengan mengajak berbicara pembeli secara sabar dan terlihat menyenangkan.

    contoh : “mari mbak, ayo beli sayurnya, perlu apa? ini lo barangnya masih baru, ayo dibeli, laris manis”.

    dan selain itu, tukang sayur ini juga sering menjadi tempat curhat para ibu-ibu yang biasa membeli barang dagangannya. dan dari yang saya amati pula, tukang sayur ini menjual barangnya dengan tawar-menawar. sehingga orang yang sudah berlagganan dengan tukang sayur tersebut bisa mendapat harga lebih murah.

    kadang bapak tukang sayur ini menjual barang dagangannya dengan harga yang lebih murah karena barangnya sudah kurang segar dan sedikit memaksa para pembeli untuk membeli. bahkan tidak sedikit tukang sayur yang memberikan utang pada ibu-ibu yang menjadi langganannya.

    ini adalah hasil pengamatan saya selama beberapa hari setelah tugas ini diberikan.

  3. jimmy saputra/111 11 042/Manajemen

    Setelah saya mengamati tukang sayur yang naik sepeda motor,saya mendapatkan sesuatu fenomena yaitu bahwa tukang sayur tersebut menaiki sepeda motor dikarenakan dia lebih suka menjadi penjual di komplek-komplek ato perumahan padahal biasanya penjual tinggal menunggu konsumen datang di suatu tempat yang di sebut pasar itu juga termasuk sebagai hal yang melawan teori,mreka begitu karena bosan menunggu hanya diam di satu tempat itu dan menunggu konsumen datang seperti biasanya,keunggulan dari pedagang yang naik sepeda motor adalah dia bisa lebih cepat menjual bahan-bahan kebutuan rumah tangga dengan cara menyesuaikan apa yang di butuhkan suatu komplek/perumahan yang dia lewati sehingga semua orang menjadi tertarik dengan apa yang dia jualkan dan si penjual pun akhirnya tidak perlu lama-lama menunggu di pasar,itu juga bisa membuat lebih praktis daripada harus datang ke penjual-penjual,tetapi dengan dia menaiki sepeda motor/pasar berjalan otomatis harga barang-barangnya lebih mahal sedikit dikarenakan menaiki sepeda motor yang membutuhkan bensin,tetapi hal ini saat saya tanya kan kepada para pembantu-pembantu ato ibu-ibu rumah tangga tidak terlalu di hiraukan karena mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan hanya dengan menunggu d depan rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke pasar lagi padahal perbedaan harga cm berbeda sekitar 500-1000 rupiah saja,mereka pun juga membawa telephone genggam yang bertujuan untuk agar bisa di telphone oleh pada pelanggan yang membutuhkan/bertanya-tanya saja jadi biar lebih effektif,jadi kalau memakai sepeda motor kebanyakan harus mempunyai telephone genggam juga dan itu oleh pada pedagang di anggal hal yang tidak biasa karena mereka harus berusaha memperoleh/mempunyai telephone genggam agar mereka disukai para ibu” dan para pembantu” karena praktis dan tidak beralih ke pedagang lain

  4. Melisa Lusiana

    Melisa Lusiana-11111009.
    Dari pengelihatan saya selama ini pada tukang sayur berkeliling adalah ia menjualkan keliling barang dagangannya, Dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Biasanya para tukang sayur keliling lebih mengincar pembeli/konsumen yang bertempat tinggal di perumahan. Tentu harga yang ia tawarkan pada konsumen lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ada dipasar tradisional. Hal ini di tujukan kepada mereka yang memiliki keterbatasan untuk mengakses tempat pembelanjaan seperti pasar ataupun supermarket. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan transportasi memilih tukang sayur keliling sebagai solusi yang tepat. Tukang sayur berkeliling biasanya memilih waktu untuk berkeliling mulai pukul 8 pagi. Jamnya pun bervariasi, tiap tukang sayur memiliki strategi jual yang berbeda – beda. Biasanya para tukang sayur keliling mengambil barang dagangan dari pemasok langsung. Setelah itu, barulah mereka menjual kembali kepada konsumen akhir, Adapun resiko yang dihadapi ketika barang dagangannya tak habis dijual, maka tukang sayur tersebut harus menyimpannya sendiri. Namun, adapula tukang sayur yang menggunakan strategi lain, seperti menurut pengakuan tukang sayur yang biasa berjualan didaerah perumahan saya, mengaku bekerja sama dengan pemasok dengan melakukan sistem titip, Jadi, ketika barang tersebut tak habis dijual dapat dikembalikan ke pemasoknya. Hal ini, dapat meminimalisasi resiko kerugian yang harus di tanggung dari tukang sayur tersebut.

  5. deasy ike_manajemen_11111002

    deasy ike susilo_manajemen_111.11.002

    pagi hari ini saya meneliti tukang sayur di dekat rumah saya yang berada di jalan pucang anom timur dan saya meneliti bagaimana cara pedangan sayur tersebut mendekati konsumen atau pembelinya setelah saya teliti tukang sayur dekat rumah saya memakai cara berteriak triak ” sayur-sayur mbak2 yang cantik beli dagangan saya donk” itu salah satu cara agar konsumen membeli daganganya selain memakai cara tersebut pedagang memakai cara berbincang bincang dahulu pada konsumen atau pembelinya
    deangan bergosip pedagang sayur tersebut menawarkan daganganya dengan harga yang murah agar konsumen membeli daganganya dan memakai cara sistem discount jadi setiap pembelian di atas Rp. 45.000 mendapatkan potongan Rp.5.000 itulah hasil penelitian saya pada pedagang sayur keliling di dekatt rumah saya.

  6. kendy.w 111.11.011

    pengamatan saya terhadap tukang sayur yang ada di rumah saya di daerah lebak arum adalah tukang sayur menarik perhatian para ibu-ibu dan pembantu rumah tangga dengan cara berteriak-teriak.dia selalu melayani pelanggan nya dengan ramah dan bersendang gurau. sehingga para pembeli merasa nyaman dan selalu ingin membeli sayur di tukang sayur tersebut. berbeda dengan tukang sayur yang satu nya lagi. dia selalu datang siang dan melayani nya pun dengan tidak ramah. sehingga para ibu-ibu dan pembantu rumah tangga lebih memilih untuk memebeli sayur di tukang sayur yang pertama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s